Berkibarlah Indonesiaku

Posted by Didi Pramono on 08:51 with No comments

Inilah Indonesia, tempat dimana aku lahir, hidup dan berkarya. Berbicara tentang Indonesia berarti berbicara tentang keindahan interaksi dan toleransi yang amat besar terhadap keanekaragaman segala bidang kehidupan. Budayanya, ciri fisiknya, pemikiran, dan urusan religi. Indonesia kaya, kawan. Cermatilah apa yang ada dari sabang sampai merauke, paling tidak itulah yang selalu disampaikan guru SD ku. Ini akan menjadi sumber daya yang memiliki daya tarik besar jika industri budaya di menej dengan baik.

Namun, apa yang saya saksikan setiap pagi sebelum beraktivitas merupakan sisi lain Indonesiaku. Seolah jauh dari gambaran indahnya Indonesia. Pemberitaan media massa seolah 100% menceritakan tentang bobroknya negeri ini....
Mulai dari kasus korupsi yang seolah dilakukan secara jamaah, dunia politik yang semakin busuk, pemerintahan yang semakin kehilangan kewibawaan, aparatur negara yang tidak produktif, saling sikut para calon pemimpin, saling lempar tanggung jawab para penentu kebijakan, penggusuran kaum pinggiran demi kepentingan para kapitalis, demontrasi besaar-besaran kaum buruh, terorisme, ormas garis keras yang merusak citra agama, mahasiswa yang melakukan unjuk rasa kenaikan harga BBM seolah tidak ada ide cemerlang dari mereka untuk berinovasi untuk sebuah energy alternatif, anak-anak SMP yang mulai bertindak anarkis, sengketa lahan, pembalakan liar, kegagalan transportasi, pembunuhan, pencabulan, dan masih banyak deviasi sosial lainnya. Akan sangat banyak sekali permasalahan bangsa ini jika disebutkan satu persatu.

Dalam setiap perbincangan, dimanapun tempatnya, kecenderungan adalah membicarakan tentang bobroknya negara ini. Mulai dari perbincangan di tingkat seminar, simposium, studium general sampai pada perbincangan di pasar, warung, rumah tangga, dan angkringan. Seolah tidak ada materi obrolan lain, selain saling menyalahkan. Kalau semua sibuk saling menyalahkan, siapa yang akan berkarya untuk Indonesia. Negeri ini butuh insan yang cerdas, religius, memiliki mental yang mantap sebagai calon pemimpin, dan tangguh menghadapi hidup.

Hai..! kaum muda, apakah kalian akan terbawa oleh arus ini? Arus yang akan mengarahkan pada pesimisme. Yang perlu ditekankan disini adalah, Negara ini tidak dibangun atas dasar pesimisme, generasi muda harus optimis. Sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif untuk memperkaya karya, pengembangan diri, penelitian, dan menciptakan penemuan-penemuan baru untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang madani.
Reaksi: