Multikulturalisme Indonesia: Suatu Perspektif IPS dan Desain Pendidikan Multikultural

Posted by didi pramono on 10:07 with No comments
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar  dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembang-kan potensi  dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pendidikan sedapat mungkin ditujukan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,  berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan  menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI No. 20 Tahun 2003).

Pemerintah dan pihak-pihak yang terkait telah melakukan upaya-upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mulai dari  penyusunan regulasi yang mengatur sistem pendidikan secara nasional sampai pada implementasinya di lapangan. Tentunya, semua proses ini telah melalui pemikiran mendalam dan menyeluruh. Pemikiran mendalam tentang apa hakikat pendidikan, apa tujuan pendidikan, bagaimana upaya untuk mencapai tujuan tersebut, dan manfaat apa yang akan diperoleh dari pendidikan. Semua aspek ini terangkum dalam sistem pendidikan nasional. 

Namun dalam upaya implementasinya di Indonesia, sistem pendidikan nasional berhadapan dengan realita sosial-budaya masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultural, di mana masing-masing daerah memiliki karakteristik yang unik dan khas.  Indonesia adalah salah satu negara yang multikultural terbesar  didunia, kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupun geografis yang  begitu beragam dan luas. Dengan jumlah yang ad diwilayah NKRI sekitar kurang  lebih  13.000 pulau besar dan kecil, dan jumlah penduduk kurang lebih 200 juta jiwa,terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda.  Selain itu juga menganut agama dan kepercayaan yang beragam seperti Islam, Katholik, Kristen protestan, hindu, budha, konghucu, serta bnerbagai macam  kepercayaan (Diknas: 2004). 

Satu sistem global, dalam hal ini sistem pendidikan nasional, tidak bisa diterapkan melalui mekanisme yang sama di setiap wilayah.  Kondisi multikultural ini memerlukan penyikapan khusus, yang berbeda di tiap wilayah.

Di lain hal, kondisi multikulturalisme bangsa Indonesia juga memunculkan potensi konflik yang dapat meledak  setiap saat. Keragaman ini diakui atau tidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam  persoalan seperti yang sekarang ini dihadapi bangsa ini. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme, premanisme, perseteruan politik, kemiskinan, kekerasan, separatisme, perusakan lingkunghan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalu menghargai  hak-hak orang lain adalah bentuk nyata dari multikulturalisme itu. Contoh konkrit  terjadinya tragedi pembunuhan besar-besaran tehadap pengikut partai PKI pada  tahun 1965, kekerasan etnis Cina di Jakarta pada bulan Mei 1998 dan perang antara Islam Kristen di Maluku utara pada tahun 1999-2003. 

Jika menilik kembali hakikat pendidikan nasional sebagaimana dicantumkan di awal, dan juga mempertimbangkan tujuan pendidikan,  serta tantangan bangsa dan negara ini ke depan yang penuh dengan  masalah dan konflik yang didasari oleh SARA. Maka  bangsa dan negara ini membutuhkan formulasi  baru pendidikan yang dapat mengakomodir  keanekaragaman masyarkat Indonesia, sikap saling menghargai perbedaan,  merasa memiliki masing-masing kebudayaan Indonesia, serta peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat. 

Kehidupan sosial merupakan laboratorium dari Ilmu Pengetahuan Sosial. Oleh karena itu, segala macam permasalahan-permasalahan sosial perlu dikaji dari perspektif IPS.  Sistem pendidikan nasional yang harus berhadapan dengan multikulturalisme bangsa Indonesia juga perlu dikaji dari perspektif IPS. 

Masalah-masalah di atas akan dikaji lebih jauh  dalam  makalah ini,  mengenai seperti apa karakteristik masyarakat Indonesia?  bagaimana model pendidikan yang relevan dengan karakteristik masyarakat Indonesia? apakah model pendidika tersebut efektif?  dan bagaimana IPS memandang model pendidikan tersebut? Bingkai untuk mengakomodir  pertanyaan-pertanyaan di atas adalah makalah berjudul “Multikulturalisme Indonesia:  suatu  Perspektif IPS dan  Desain Pendidikan Multikultural”.

Pembahasan lebih lanjut tentang multikulturalisme dapat diunduh pada link di bawah ini.

Reaksi: