Rangkuman: Teori Kritik

Posted by didi pramono on 12:20 with No comments
Teori kritik didefinisikan secara sempit dan luas kaitannya dengan filsafat dan sejarah ilmu-ilmu pengetahuan sosial. Teori kritik dalam arti sempit mengarah pada beberapa generasi filsuf Jerman, utamanya dalam tradisi Marxis Eropa Barat yang dikenal dengan sekolah Frankfurt atau Mahzab Frankfurt. Teori kritik dalam arti luas menitik beratkan pada upaya pembebasan manusia seutuhnya dari hal-hal yang memperbudaknya. Kedua definisi ini pada intinya telah menyiapkan dasar-dasar yang normatif dan deskriptif untuk penyelidikan sosial yang diarahkan pada pengurangan dominasi dan terus meningkatkan kebebasan dalam semua bentuknya.

Teori sosial kritik mengamanatkan bahwa penelitian sosial seharusnya memadukan kutub-kutub filsafat dan ilmu-ilmu sosial, yang dipadukan diantaranya pemahaman dan penjelasan, wakil dan struktur, serta keteraturan dan normativitas.  Hal inilah yang sangat ditekankan oleh teori kritik, bahwa pemecahan masalah sosial harus dikaji secara komprehensif integral dari ilmu-ilmu sosial, seperti filsafat, sosiologi, antropologi, psikologi, sejarah, geografi, politik, hukum, dan kewarganegaraan. Kajian interdisiplin ini pada akhirnya mengarah pada simpulan bahwa kehidupan saat ini yang sudah sangat kapitalisme harus diubah menuju kehidupan sosial yang berlandaskan pada musyawarah mufakat. Fakta ini bisa dicapai melalui demokratisasi di segala bidang kehidupan.

Teori kritik harus memenuhi tiga kriteria, yakni harus jelas, praktis, dan normatif, semua pada waktu yang sama. Teori harus menjelaskan sesuatu yang keliru dengan kenyataan sosial kekinian, mengidentifikasi para pelaku agar mengubah kekeliruan, dan menyiapkan keduanya  dalam hal norma-norma yang tepat untuk kritik dan tujuan yang praktis yang dapat dicapai untuk transformasi sosial.

Pembahasan tentang teori kritik dapat diunduh pada link di bawah ini.

Reaksi: